
Table of Contents
Ketika berbicara tentang supercar Jepang, satu nama yang selalu muncul adalah Honda NSX. Bagi saya, NSX bukan sekadar mobil cepat atau kendaraan mewah. Ia adalah simbol dedikasi Honda terhadap inovasi, teknologi, dan pengalaman berkendara yang luar biasa. Dari pertama kali saya melihat NSX di majalah otomotif sekitar awal tahun 2000-an, saya sudah terpikat. Desainnya yang elegan namun agresif, mesin yang bertenaga, dan sejarahnya yang panjang membuat NSX berbeda dari supercar lainnya.
Sejarah Singkat Honda NSX

NSX lahir dari visi Honda untuk menciptakan supercar yang tidak hanya cepat, tapi juga dapat diandalkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak supercar di era 1990-an terkenal karena sulit dikendalikan, boros bahan bakar, dan perawatan yang mahal. Honda ingin mengubah paradigma ini. NSX pertama diperkenalkan pada tahun 1990, dan segera mencuri perhatian dunia karena menggabungkan performa tinggi dengan kenyamanan dan ketahanan khas Honda Wikipedia.
Yang menarik, Honda menggandeng Ayrton Senna, legenda Formula 1, untuk menguji dan menyempurnakan handling NSX generasi pertama. Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas; Senna membantu mengatur suspensi dan keseimbangan mobil sehingga NSX memiliki karakteristik handling yang tajam, presisi, dan menyenangkan bagi pengemudi. Bagi saya, ini menunjukkan komitmen Honda untuk memastikan Honda NSX bukan hanya cepat di jalan lurus, tetapi juga lincah di tikungan.
Desain yang Abadi
NSX generasi pertama memiliki desain yang futuristik di masanya. Garis-garis tajam, lampu pop-up ikonik, dan proporsi yang rendah membuatnya terlihat seperti mobil balap yang bisa dikendarai di jalan raya. Saat pertama kali duduk di dalamnya, sensasi kabin yang low-slung dan kokpit yang menghadap pengemudi membuat pengalaman berkendara terasa intens.
Generasi terbaru Honda NSX , yang diperkenalkan kembali pada 2016, membawa desain lebih modern dengan sentuhan agresif dan aerodinamis. Lampu LED ramping, body lebih lebar, dan penggunaan material ringan seperti aluminium dan serat karbon membuat Honda NSX terlihat lebih agresif dan tetap mempertahankan filosofi “driver-centric” Honda.
Mesin dan Performa
Salah satu hal yang paling membuat saya kagum dari Honda NSX adalah mesinnya. Honda NSX generasi pertama menggunakan mesin V6 3.0 liter VTEC dengan tenaga sekitar 270 hingga 280 HP. Bagi era 1990-an, angka ini sangat mengesankan, apalagi dengan bobot mobil yang relatif ringan dan distribusi berat yang seimbang. NSX bukan mobil yang mengandalkan tenaga kuda semata; Honda menekankan keseimbangan, ketepatan, dan responsivitas.
Sementara itu, NSX generasi kedua membawa konsep hybrid supercar. Mesin twin-turbo V6 3.5 liter dikombinasikan dengan tiga motor listrik, menghasilkan total tenaga sekitar 573 HP. Sistem Sport Hybrid SH-AWD (Super Handling-All Wheel Drive) membuat distribusi tenaga lebih presisi, terutama saat cornering. Menurut pengalaman saya saat mencoba NSX generasi terbaru di lintasan, perpaduan mesin bensin dan motor listrik ini membuat akselerasi sangat linear dan kontrol mobil sangat stabil, bahkan saat menginjak pedal gas secara agresif.
Teknologi Canggih
NSX bukan sekadar supercar biasa. Honda menanamkan berbagai teknologi canggih yang meningkatkan performa sekaligus kenyamanan. Contohnya, sistem aerodinamika aktif di generasi terbaru membantu mobil tetap stabil di kecepatan tinggi, sementara sistem pengereman karbon-keramik memberikan performa rem yang superior. Selain itu, fitur Integrated Dynamics System memungkinkan pengemudi memilih mode berkendara: Quiet, Sport, Sport+, dan Track. Mode ini mengubah karakter mesin, respons throttle, steering, dan suspensi sesuai kondisi jalan atau preferensi pengemudi.
Sebagai penggemar otomotif, saya sangat menghargai pendekatan Honda yang berfokus pada pengendalian. Banyak supercar modern terkadang terasa “terlalu otomatis” karena bantuan elektronik berlebihan. Honda NSX berhasil menggabungkan teknologi canggih dengan pengalaman berkendara yang tetap “nyata” dan menyenangkan.
Pengalaman Berkendara
Bicara soal pengalaman berkendara, Honda NSX selalu menghadirkan sensasi berbeda. Generasi pertama memiliki karakter yang lebih analog: pedal, roda kemudi, dan gigi terasa lebih “nyata”. Anda benar-benar merasa mobil merespons setiap gerakan tangan dan kaki.
NSX generasi kedua lebih kompleks karena menggabungkan tenaga hybrid. Namun, saya terkejut bahwa meskipun ada motor listrik dan berbagai sistem bantuan, sensasi berkendara tetap autentik. Anda bisa menikmati akselerasi cepat dari 0-100 km/jam dalam sekitar 3,0 detik tanpa merasa kehilangan kontrol. Di jalan biasa, NSX juga nyaman dan tenang, membuktikan bahwa supercar tidak selalu harus tidak ramah untuk penggunaan sehari-hari.
NSX dalam Budaya Otomotif

Honda NSX telah menjadi ikon bagi penggemar otomotif di seluruh dunia. Bagi banyak orang, NSX adalah bukti bahwa Jepang mampu bersaing dengan merek-merek Eropa legendaris seperti Ferrari dan Porsche. NSX tidak hanya dipuja karena performa, tetapi juga karena filosofi Honda yang mengedepankan kualitas, presisi, dan inovasi.
Saya pribadi sering melihat Honda NSX muncul di berbagai acara otomotif, pameran, hingga balapan track day. Banyak kolektor dan penggemar mobil rela menunggu bertahun-tahun untuk memiliki NSX karena reputasinya yang kuat dan nilai investasi yang cenderung stabil.
Evolusi NSX: Dari Generasi Pertama hingga Hybrid Modern
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, NSX memiliki dua generasi utama: NSX generasi pertama (1990–2005) dan NSX generasi kedua (2016–sekarang). Masing-masing memiliki karakteristik unik yang membuatnya spesial.
NSX Generasi Pertama (1990–2005)
Generasi pertama NSX lahir sebagai jawaban Honda terhadap supercar Eropa. Mobil ini mengusung mesin V6 3.0 liter VTEC, dengan tenaga sekitar 270–280 HP. Meskipun tenaga tidak sebesar Ferrari pada era yang sama, keunggulan Honda NSX ada pada handling dan keseimbangan mobil.
Saya selalu kagum dengan suspensi Honda NSX generasi pertama yang diatur bersama Ayrton Senna. Suspensi ini membuat mobil sangat stabil di tikungan, bahkan ketika kecepatan tinggi. Bagi saya, NSX generasi pertama terasa seperti mobil balap harian: cepat, responsif, dan relatif mudah dikendalikan.
Desain NSX generasi pertama tetap abadi. Lampu pop-up ikonik, garis tegas, dan profil rendah membuatnya terlihat futuristik bahkan hari ini. Mobil ini juga ringan berkat penggunaan aluminium pada chassis, yang saat itu masih jarang digunakan oleh mobil supercar.
Kesimpulan
Honda NSX lebih dari sekadar mobil cepat; ia adalah representasi dari dedikasi, teknologi, dan filosofi Honda dalam menciptakan kendaraan yang menyenangkan dikendarai. Dari generasi pertama yang ikonik hingga generasi terbaru yang canggih dan hybrid, NSX tetap mempertahankan karakter “driver-centric” yang membuat penggemar otomotif jatuh cinta.
Bagi saya, NSX bukan hanya kendaraan; ia adalah pengalaman, simbol inovasi, dan bukti bahwa sebuah mobil Jepang bisa bersaing dengan supercar dunia tanpa kehilangan identitasnya. Mengendarai NSX, bahkan untuk beberapa menit saja, membuat Anda memahami mengapa mobil ini dianggap salah satu supercar terbaik sepanjang masa.
Baca fakta seputar : Automotif
Baca juga artikel menarik tentang : Mercedes Benz W123: Legenda Mobil Klasik yang Tak Pernah Mati








